Menu Utama
Beranda Pendidikan & Galeri Majelis Dakwah Profil Yayasan Artikel & Buletin Pustaka Kitab & AI
Kembali ke Daftar Artikel
Adab, Hak, dan Kewajiban Bertetangga
15 August 2026

Adab, Hak, dan Kewajiban Bertetangga

Dibaca 15 kali 0 Suka

Islam adalah agama yang sempurna. Syariatnya tidak hanya mengatur bagaimana kita merendahkan diri di hadapan Allah (Hablum minallah), tetapi juga mengatur dengan sangat detail bagaimana kita memuliakan sesama manusia (Hablum minannas). Salah satu pilar muamalah yang mendapat perhatian luar biasa dalam Islam adalah adab terhadap tetangga.

Tetangga adalah orang terdekat yang akan pertama kali mengetahui keadaan kita, baik saat kita tertimpa musibah maupun saat mendapat kebahagiaan. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyandingkan perintah berbuat baik kepada tetangga langsung setelah perintah bertauhid.

Allah Ta'ala berfirman: ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑููƒููˆู’ุง ุจูู‡ู– ุดูŽูŠู’ู€ู”ู‹ุง ูˆู‘ูŽุจูุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ุงูุญู’ุณูŽุงู†ู‹ุง ูˆู‘ูŽุจูุฐูู‰ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูฐู‰ ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽุชูฐู…ูฐู‰ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุณูฐูƒููŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุงุฑู ุฐูู‰ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูฐู‰ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุงุฑู ุงู„ู’ุฌูู†ูุจู ...

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh..."(QS. An-Nisa': 36).

Kedudukan Tetangga dalam Sunnah

Saking agungnya hak seorang tetangga, Malaikat Jibril 'alaihissalam terus-menerus turun kepada Rasulullah ๏ทบ untuk mengingatkan perihal tetangga ini.

Rasulullah ๏ทบ bersabda: ู…ูŽุง ุฒูŽุงู„ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ูŠููˆุตููŠู†ูู‰ ุจูุงู„ู’ุฌูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู’ุชู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠููˆูŽุฑู‘ูุซูู‡ู

"Jibril senantiasa menasihatiku agar berbuat baik kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira bahwa ia (tetangga) akan mewarisi hartaku." (Muttafaqun 'Alaih, riwayat Bukhari no. 6014 & Muslim no. 2624).

Adab dan Kewajiban Kepada Tetangga

Praktik Salafus Shalih mengajarkan kita bahwa berbuat baik kepada tetangga bukan sekadar membalas senyuman, melainkan serangkaian hak yang wajib dipenuhi, antara lain:

1. Haram Menyakiti Tetangga (Baik Lisan maupun Perbuatan) Ini adalah syarat mutlak keimanan. Menyetel murattal atau kajian terlalu keras hingga mengganggu waktu istirahat tetangga saja dilarang, apalagi menyakiti dengan lisan, fitnah, atau merusak batas tanahnya.

Rasulullah ๏ทบ bersumpah dengan tegas: ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู . ู‚ููŠู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูŽู†ู ุฌูŽุงุฑูู‡ู ุจูŽูˆูŽุงุฆูู‚ูŽู‡ู

โ€œDemi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman!โ€ Ditanyakan kepada beliau, โ€œSiapa (yang tidak beriman) wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œOrang yang tetangganya tidak merasa aman dari keburukannya.โ€ (HR. Bukhari no. 6016).

2. Berbagi Makanan dan Kepedulian Seorang mukmin sejati tidak akan bisa tidur nyenyak jika mengetahui perut tetangganya keroncongan. Rasulullah ๏ทบ pernah memberikan sebuah tips yang sangat aplikatif dan indah kepada shahabat Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu:

ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุฐูŽุฑู‘ู ุฅูุฐูŽุง ุทูŽุจูŽุฎู’ุชูŽ ู…ูŽุฑูŽู‚ูŽุฉู‹ ููŽุฃูŽูƒู’ุซูุฑู’ ู…ูŽุงุกูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู‡ูŽุฏู’ ุฌููŠุฑูŽุงู†ูŽูƒูŽ

"Wahai Abu Dzarr, jika engkau memasak sayur berkuah, perbanyaklah kuahnya, lalu bagikanlah kepada tetangga-tetanggamu." (HR. Muslim no. 2625). Ini adalah contoh nyata betapa syariat Islam tidak memberatkan. Jika tidak mampu membagikan dagingnya, perbanyaklah kuahnya agar aromanya yang tercium oleh tetangga terbayar dengan semangkuk hangat kepedulian.

3. Berbuat Baik Bahkan kepada Tetangga Non-Muslim Kebaikan Islam menembus batas keyakinan. Diriwayatkan dari Mujahid, bahwasanya Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma pernah menyembelih seekor kambing untuk keluarganya. Ketika beliau pulang, hal pertama yang beliau tanyakan adalah: "Apakah kalian sudah memberikan hadiah (daging ini) kepada tetangga Yahudi kita? Apakah kalian sudah memberikannya kepada tetangga Yahudi kita? Aku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda: 'Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga...'" (HR. Abu Dawud no. 5152 dan Tirmidzi no. 1943, dishahihkan oleh Al-Albani).

Khatimah

Berbuat baik kepada tetangga adalah barometer keimanan kita kepada Allah dan Hari Akhir. Jika selama ini kita masih sering abai, jarang menyapa, atau bahkan tanpa sadar menyakiti mereka melalui parkir kendaraan yang menghalangi jalan, mari segera perbaiki.

Tembok rumah kita mungkin memisahkan ruang keluarga, namun hak persaudaraan dan kemanusiaan tidak boleh terhalang oleh apa pun. Semoga Allah Azza wa Jalla melembutkan hati kita untuk selalu menebar kedamaian dan kebaikan di lingkungan tempat tinggal kita.

Tinggalkan Komentar / Pertanyaan

Komentar Terbaru:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Beranda Dakwah
PPDB
Artikel Tanya WA