Pentingnya Membaca Al-Qur'an dengan Tartil
Membaca Al-Qur'an bukanlah sekadar melafalkan huruf, melainkan sebuah ibadah yang memiliki aturan baku yang diwariskan dari Rasulullah ﷺ melalui lisan para ulama qira'at. Allah ﷻ berfirman: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)." (QS. Al-Muzzammil: 4).
Pada artikel kali ini, Yayasan Al Furqonul Mubin akan mengajak jamaah sekalian untuk belajar membedah hukum tajwid yang terdapat di dalam Surah Al-Bayyinah (Juz 30). Mari kita siapkan mushaf dan perhatikan pemetaan hukum bacaannya di bawah ini:
Pemetaan Tajwid Surah Al-Bayyinah
AYAT 1
مِنْ أَهْلِ (Min ahli): Hukumnya Idzhar Halqi. Alasannya karena ada Nun Sukun (نْ) bertemu dengan huruf Hamzah (أ). Cara membacanya jelas dan terang, tanpa didengungkan.
مُنفَكِّينَ (Munfakkiina): Hukumnya Ikhfa Haqiqi. Terdapat Nun Sukun (نْ) bertemu dengan huruf Fa (ف). Dibaca samar-samar dengan dengungan (ghunnah) yang ditahan 2 harakat.
AYAT 2
رَسُولٌ مِّنَ (Rasuulum-mina): Hukumnya Idgham Bighunnah. Terdapat Dhommah Tanwin (ـٌ) bertemu dengan huruf Mim (م). Dibaca dengan meleburkan suara tanwin ke huruf mim disertai dengungan 2 harakat.
صُحُفًا مُّطَهَّرَةً (Shuhufam-muthohharoh): Hukumnya Idgham Bighunnah. Terdapat Fathah Tanwin (ـً) bertemu dengan huruf Mim (م). Dibaca lebur dan mendengung 2 harakat.
AYAT 3
كُتُبٌ قَيِّمَةٌ (Kutubung-qoyyimah): Hukumnya Ikhfa Haqiqi. Terdapat Dhommah Tanwin (ـٌ) bertemu dengan huruf Qaf (ق). Karena Qaf adalah huruf tebal (isti'la), maka dengungannya dibaca tebal dan menyamarkan suara "N".
AYAT 4
مِن بَعْدِ (Mim ba'di): Hukumnya Iqlab. Terdapat Nun Sukun (نْ) bertemu dengan huruf Ba (ب). Suara Nun sukun diubah menjadi suara Mim sukun (مْ) disertai dengungan.
جَاءَتْهُمُ (Jaaaa-at humu): Hukumnya Mad Wajib Muttashil. Terdapat huruf Mad Thabi'i (Alif) bertemu dengan huruf Hamzah dalam satu kata yang sama. Wajib dibaca panjang 4 sampai 5 harakat.
AYAT 5
وَمَا أُمِرُوا (Wa maaaa umiruu): Hukumnya Mad Jaiz Munfashil. Terdapat Mad Thabi'i bertemu dengan Hamzah/Alif di kata yang berbeda. Boleh dibaca panjang 2, 4, atau 5 harakat (umumnya dibaca 4 harakat pada jalur Syathibiyyah).
حُنَفَاءَ (Hunafaaaa'a): Hukumnya Mad Wajib Muttashil. Dibaca panjang 4 hingga 5 harakat.
AYAT 6
إِنَّ (Inna) & جَهَنَّمَ (Jahannama): Hukumnya Ghunnah Musyaddadah. Terdapat huruf Nun yang bertasydid (نَّ). Wajib dibaca mendengung dan ditahan selama 2 harakat.
أُولَٰئِكَ (Ulaaaa-ika): Hukumnya Mad Wajib Muttashil. Dibaca panjang 4 sampai 5 harakat.
AYAT 7
هُمْ خَيْرُ (Hum khoiru): Hukumnya Idzhar Syafawi. Terdapat Mim Sukun (مْ) bertemu dengan huruf Kha (خ). Cara membacanya bibir tertutup rapat mengucapkan 'M' dengan jelas, tanpa didengungkan.
AYAT 8
جَزَاؤُهُمْ (Jazaaaa-uhum): Hukumnya Mad Wajib Muttashil. Dibaca panjang 4 sampai 5 harakat.
عِندَ ('Inda): Hukumnya Ikhfa Haqiqi. Terdapat Nun Sukun (نْ) bertemu dengan huruf Dal (د). Dibaca samar dan mendengung 2 harakat.
رَبِّهِمْ جَنَّاتُ (Rabbihim Jannaatu): Hukumnya Idzhar Syafawi. Mim Sukun (مْ) bertemu huruf Jim (ج). Harus dibaca jelas. Seringkali pembaca keliru dengan menahannya karena tergesa-gesa.
عَدْنٍ تَجْرِي ('Adnin-tajrii): Hukumnya Ikhfa Haqiqi. Terdapat Kasrah Tanwin (ـٍ) bertemu dengan huruf Ta (ت). Dibaca samar dan mendengung.
Mari Perbaiki Bacaan Al-Qur'an Kita
Memahami teori tajwid adalah langkah awal yang sangat baik. Namun, ilmu Al-Qur'an (Tahsin) harus diambil melalui metode Talaqqi dan Musyafahah (bertemu langsung dan menyetorkan hafalan/bacaan dari mulut ke telinga) kepada guru yang memiliki sanad bacaan.
Bagi jamaah sekalian yang ingin memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'annya dari nol hingga mutqin, Yayasan Al Furqonul Mubin menyelenggarakan Majelis Tahsin Rutin. Silakan pantau terus informasinya di halaman Majelis Dakwah kami.