03 August 2026
Wahai Jiwa, Jangan Kembali Kepada Kehinaan Maksiat!
Dibaca 12 kali
0 Suka
Jiwa kita ibarat tunggangan berupa hewan ternak yang mudah tunduk pada tuannya. Namun, kehidupan dunia ibarat alam liar yang membuat hasrat melawannya terus terasah. Tugas kita adalah terus menjinakkannya agar senantiasa mengikuti arah menuju kebaikan. Namun, hewan yang telah menikmati bebasnya alam liar itu senantiasa memiliki hasrat untuk melawan. Oleh karena itu, di tengah hasrat menggeliat, inilah tugas utama untuk menjaga jiwa berada di halaman kebaikan.
Bila jiwa sudah terbiasa dengan manisnya iman dan kebaikan, ini adalah kebahagiaan di atas kebahagiaan. Namun, sungguh jiwa yang sudah terbiasa dengan kebaikan, lalu berbalik arah menjadi liar dengan kemaksiatan, maka ini adalah kehinaan yang teramat. Simaklah uraian para ulama, di antaranya Ibnu Rajab rahimahullah, yang mengingatkan kita semua tentang hinanya kembali kepada kemaksiatan. Dalam Lathaiful Maarif (hal. 399), beliau memberi pesan,
ูู
ุง ุฃูุจูุญู ุงูุณูุฆุฉู ุจุนุฏู ุงูุญุณูุฉู ุชู
ุญูููุง ูุชุนููููุง
Betapa buruknya keburukan yang dilakukan setelah perbuatan kebaikan! Sungguh keburukan itu akan menghapus dan membinasakannya!
ุฐูุจู ูุงุญูุฏู ุจุนุฏู ุงูุชูุจุฉ ุฃูุจูุญู ู
ูู ุณุจุนูู ุฐูุจูุง ูุจูููุง
Satu dosa yang dilakukan setelah bertobat itu lebih buruk dari tujuh puluh dosa yang dilakukan sebelumnya.
ุงูููุณุฉ ุฃุตุนุจ ู
ู ุงูู
ุฑุถุ ูุฑุจู
ุง ุฃูููููุชู
Kambuhnya suatu penyakit itu jauh lebih sulit disembuhkan dibandingkan terkena sakit pertama kali. Demikian pula ia seringkali berujung kecelakaanโkematian.
ุณููุง ุงููู ุงูุซุจุงุช ุนูู ุงูุทููุงุนุงุชู ุฅูู ุงูู
ู
ุงุชุ ูุชุนูููุฐููุง ุจู ู
ู ุชููููุจ ุงููููุจุ ูู
ููู ุงูุญูููุฑ ุจุนุฏ ุงูููููุฑู
Mintalah kepada Allah ๏ทป ketetapan hati di atas ketaatan sampai wafat. Dan mohonlah perlindungan kepada-Nya dari berbaliknya hati, serta kemunduran pasca kemajuan yang dilakukan.
Rendahnya kemaksiatan setelah mulianya ketaatan
Ibnu Rajab rahimahullah memberikan wasiat,
ู
ุง ุฃูุญุดู ุฐูู ุงูู
ุนุตูุฉู ุจูุนูุฏู ุนุฒูู ุงูุทุงุนุฉุ ูุฃูุญุดู ููุฑ ุงูุทู
ุน ุจุนุฏ ุบูู ุงูููุงุนุฉ
โBetapa menyedihkannya tergelincirnya kepada kemaksiatan setelah mencapai kemuliaan ketaatan. Dan betapa hinanya kefakiran berbuat tamak setelah kekayaan bersifat qanaah.
ุงุฑุญู
ูุง ุนุฒูุฒ ููู
ุจุงูู
ุนุงุตู ุฐููููุ ูุบููููู ููู
ู ุจุงูุฐููููุจ ุงูุชูุฑ
Kasihanilah orang yang dahulunya mulia, tetapi kemudian menjadi rendah karena tergelincir maksiat. Dan kasihanilah orang yang dahulunya kaya, tetapi kini menjadi miskin karena dosanya.โ
Ibnu Rajab rahimahullah ingin mengajak kita merenungi hinanya orang yang dulunya mulia karena amal kebajikan dan kekayaan akan ganjaran amalnya, lalu terjerembab ke jurang rendah maksiat dan dosa. Terhadap sosok yang demikian, hendaknya kita merasa kasihan. Rasa kasihan ini dapat kita tujukan kepada sosok yang tenggelam dalam kemaksiatan, baik sosok itu orang lain maupun diri kita sendiri.
Kepada orang lain, janganlah kita biarkan ia tenggelam kembali dalam kehinaan, selamatkan dan jangan tertawakan mereka. Ulurkanlah tangan kepada mereka dengan rahmat dan kasih sayang. Semoga secercah iman di hatinya dapat mendorongnya untuk kembali kepada kemuliaan.
Sedangkan jika sosok itu adalah diri kita sendiri, maka kasihanilah dengan berhenti membuat diri kita terus tenggelam. Allah ๏ทป menjanjikan ampunan yang teramat luas bagi kita. Andai seorang hamba membawa dosa sepenuh bumi, sungguh ampunan Allah ๏ทป melampaui itu.
ุนููู ุฃูููุณู ุจูู ู
ูุงูููู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ุ ููุงูู : ุณูู
ูุนูุชู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ูููููููู : ููุงูู ุงูููู ุชูุจูุงุฑููู ูู ุชูุนูุงูููู : ููุง ุงุจููู ุขุฏูู
ู ุ ุฅููููู ู
ูุง ุฏูุนูููุชููููู ููุฑูุฌูููุชููููู ุบูููุฑูุชู ูููู ุนูููู ู
ูุง ููุงูู ูููููู ููููุง ุฃูุจูุงูููู ุ ููุง ุงุจููู ุขุฏูู
ู ูููู ุจูููุบูุชู ุฐููููุจููู ุนูููุงูู ุงูุณููู
ูุงุกู ุ ุซูู
ูู ุงุณูุชูุบููุฑูุชููููู ุ ุบูููุฑูุชู ูููู ููููุง ุฃูุจูุงูููู ุ ููุง ุงุจููู ุขุฏูู
ู ุฅูููููู ูููู ุฃูุชูููุชููููู ุจูููุฑูุงุจู ุงููุฃูุฑูุถู ุฎูุทูุงููุง ุ ุซูู
ูู ูููููุชูููู ููุง ุชูุดูุฑููู ุจููู ุดูููุฆูุง ุ ููุฃูุชูููุชููู ุจูููุฑูุงุจููุง ู
ูุบูููุฑูุฉู
Dari Anas bin Malik radhiyallahu โanhu ia berkata, โAku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda, โAllah ๏ทป berfirman, โHai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdoa dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.โ (HR. at-Tirmidzi, dinilai hasan shahih)
Kembalilah kepada-Nya dengan bersegera. Sungguh Allah ๏ทป senantiasa membuka pintu tobat kepada hamba-Nya yang ingin kembali.
Dalam sebuah hadis dari Abu Musa โAbdullah bin Qais Al-Asyโari radhiyallahu โanhu, Rasulullah ๏ทบ bersabda,
ุฅูููู ุงูููู ููุจูุณูุทู ููุฏููู ุจูุงูููููููู ููููุชูููุจู ู
ูุณููุฆู ุงููููููุงุฑู ููููุจูุณูุทู ููุฏููู ุจูุงููููููุงุฑู ููููุชูููุจู ู
ูุณููุฆู ุงูููููููู ุญูุชููู ุชูุทูููุนู ุงูุดููู
ูุณู ู
ููู ู
ูุบูุฑูุจูููุง
โSesungguhnya Allah ๏ทป selalu membuka tangan-Nya di waktu malam untuk menerima tobat orang yang melakukan kesalahan di siang hari, dan Allah membuka tangan-Nya pada siang hari untuk menerima tobat orang yang melakukan kesalahan di malam hari. Begitulah, hingga matahari terbit dari barat.โ (HR. Muslim no. 2759)
Baca juga: Sudah Taubat Lalu Bermaksiat Lagi, Apakah Diterima Taubatnya?
Bertobat kepada Allah itu mudah
Sungguh mudah cara bertobat kepada Allah ๏ทป. Tidak disyaratkan membawa hadiah sebagai pelembut hati, pengorbanan harta, atau semisalnya. Cukup dengan bersuci dan bersujud kepada-Nya, Allah ๏ทป akan membukakan pintu ampunan kepada kita semuanya. Rasulullah ๏ทบ bersabda,
ู
ูุง ู
ููู ุนูุจูุฏู ููุฐูููุจู ุฐูููุจูุง ููููุญูุณููู ุงูุทูููููุฑู ุซูู
ูู ูููููู
ู ููููุตููููู ุฑูููุนูุชููููู ุซูู
ูู ููุณูุชูุบูููุฑู ุงูููููู ุฅููุงูู ุบูููุฑู ุงูููููู ูููู
โTidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik, berdiri untuk melakukan salat dua rakaat, kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.โ (HR. Tirmidzi no. 406, diriwayatkan pula oleh Abu Daud dan Ibnu Majah. Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih)
Berhenti maksiat seketika sadar
Kemudian renungilah ayat yang Nabi kita ๏ทบ bacakan setelah sabdanya tersebut,
ููุงูููุฐูููู ุฅูุฐูุง ููุนููููุง ููุงุญูุดูุฉู ุฃููู ุธูููู
ููุง ุฃููููุณูููู
ู ุฐูููุฑููุง ุงูููููู ููุงุณูุชูุบูููุฑููุง ููุฐููููุจูููู
ู ููู
ูู ููุบูููุฑู ุงูุฐูููููุจู ุฅููููุง ุงูููููู ููููู
ู ููุตูุฑูููุง ุนูููููฐ ู
ูุง ููุนููููุง ููููู
ู ููุนูููู
ูููู
โDan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.โ (QS. Ali Imran: 135)
Salah satu sifat dari seorang yang bertobat diterangkan dalam ayat ini adalah,
ููููู
ู ููุตูุฑูููุง ุนูููููฐ ู
ูุง ููุนููููุง ููููู
ู ููุนูููู
ูููู
โDan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.โ
Ibnu Katsir rahimahullah memberikan keterangan,
ุฃููู: ุชูุงุจููุง ู
ููู ุฐููููุจูููู
ูุ ููุฑูุฌูุนููุง ุฅูููู ุงูููููู ุนููู ููุฑููุจูุ ููููู
ู ููุณูุชูู
ูุฑูููุง ุนูููู ุงููู
ูุนูุตูููุฉู ููููุตูุฑูููุง ุนูููููููุง ุบูููุฑู ู
ููููุนููู ุนูููููุงุ ูููููู ุชูููุฑููุฑู ู
ูููููู
ู ุงูุฐููููุจู ุชูุงุจููุง ุนููููู
โMaksudnya adalah mereka bertobat dari dosanya dan segera kembali kepada Rabbnya. Mereka tidak terus-menerus berbuat dosa atau mengulanginya. Sekalipun mereka mengulangi dosa itu, mereka bertobat atasnya.โ
Dari keterangan ini, ada tiga level orang yang bertobat:
Pertama: Segera berhenti ketika tersadar, tidak menunda hingga maksiatnya selesai terlebih dahulu. Dan ini adalah level tertinggi.
Kedua: Setelah maksiatnya selesai, ia benar-benar berhenti dan tidak mengulanginya.
Ketiga: Seandainya mengulangi maksiat, mereka pun bersegera untuk bertobat darinya. Adapun kelaziman manusia adalah demikian, setidaknya kita dapat menjangkau level ini.
Analogi menyusu maksiat dan pahitnya masa sapihan
Wahai para pejuang tobat! Terimalah pesan dari Ibnu Rajab rahimahullah kepada kita semua ini. Jadilah pria sejati yang bersabar akan masa sapihan dan jangan menjadi anak kecil yang merengek untuk menyusu kepada kemaksiatan.
ูุง ุดูุจููุงูู ุงูุชูุจุฉูุ ูุง ุชูุฑุฌูุนููุง ุฅูู ุงุฑุชุถุงุนู ุซูุฏูู ุงูููููู ู
ู ุจุนุฏ ุงููุทุงู
ุ ูุงูุฑููุถุงุน ุฅูู
ุง ูุตููุญ ููุฃุทูุงู ูุง ููุฑุฌุงู. ูููู ูุง ุจูุฏู ู
ูู ุงูุตูุจูุฑู ุนูู ู
ูุฑูุงุฑุฉ ุงูููุทุงู
ุ ูุฅูู ุตูุจูุฑูุชูู
ุชุนูููุถูุชูู
ุนู ููุฐููุฉู ุงูููููู ุจุญูุงูุฉ ุงูุฅูู
ุงู ูู ุงููููุจ
โWahai para pemuda yang bertobat! Janganlah kalian kembali menyusu kepada hawa nafsu setelah kalian disapih darinya. Menyusu itu hanya pantas bagi anak kecil, bukan kepada lelaki sejati. Akan tetapi, hendaknya kita bersabar atas pahitnya masa sapihan dari maksiat. Apabila kalian sabar, sungguh kelezatan hawa nafsu itu akan tergantikan dengan manisnya iman di hati kalian.โ (Lathaiful Maarif, hal. 399-400)
Baca juga: Tata Cara Salat Tobat
***
Penulis: Glenshah Fauzi
Artikel Muslim.or.id
Referensi:
Lathaiful Maarif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dengan pen-tahqiq Syekh Yasin Muhammad As-Sawas cet. Dar Ibnu Katsir
Tafsir Ibnu Katsir yang dinukil dari tafsir.app